Home » » Amatir dan Profesional dalam Fotografi

Amatir dan Profesional dalam Fotografi

fotografer amatir bisa lebih hebat dari fotografer profesional

Jepret.  Sering kita dengar atau baca penilaian/komentar orang terhadap foto atau fotografernya seperti ini: "Dia kan sudah pro (profesional), bedalah dengan kita yang masih amatian."  Dalam kalimat seperti itu atau sejenisnya, terkandung penafsiran bahwa profesional itu lebih hebat (lebih tinggi) dibanding amatir.  Anggapan ini sepertinya sudah biasa dipahami masyarakat secara umum, bukan hanya pada bidang fotografi saja.  Apa benar seperti itu? 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian amatir dan profesional adalah sebagai berikut:
Amatir adalah kegiatan yg dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah.
Profesional adalah mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya (lawan amatir).

Dari pengertian di atas bisa diperjelas, fotografer amatir adalah fotografer yang menghasilkan karya seni foto untuk kesenangan atau hobi, sedangkan fotografer profesional adalah fotografer yang melakukan kegiatan fotografi untuk mencari nafkah atau menghasilkan uang misalnya tukang foto keliling, fotografer studio, fotografer berita (wartawan foto) dan lain-lain.  Terus mana yang lebh hebat diantara keduanya?  Jelas keduanya memiliki tujuan berbeda dalam kegiatannya, sementara kehebatan atau keahlian itu tidak berhubungan dengan status sebagai profesional atau amatir.  Amatir dan profesional adalah dua kata yang bersifat antonim (berlawanan) tetapi tidak ada tingkatan diantara keduanya, mana yang lebih tinggi atau lebih hebat.

Dalam tingkat keahlian bidang fotografi atau bidang lainnya ada istilah yang lebih tepat yaitu Expert (ahli) dan kebalikannya adalah Dummy (pemula).

http://j3pret.blogspot.com/2015/02/amatir-dan-frofesional-dalam-fotografi.html

0 komentar:

Post a Comment


Photo Blog Blogs